Rabu, 06 Juni 2012

RUANG LINGKUP SASTRA


A.    Pengertian Teori Sastra
Secara umum, yang dimaksudkan dengan teori adalah suatu sistem ilmiahatau pengetahuan sistematik yang menetapkan pola pengaturan hubungan antaragejala-gejala yang diamati. Teori berisi konsep atau uraian tentang hukum-hukumumum suatu objek ilmu pengetahuan dari sudut pandang tertentu. Suatu teoridapat dideduksi secara logis dan dicek kebenarannya atau dibantah kesahihannyapada objek atau gejala yang diamati tersebut.
Menurut Rene Wellek dan Austin (1993: 37-46) dalam wilayah sastraperlu terlebih dahulu ditarik perbedaan antara sastra di satu pihak dengan teorisastra, kritik sastra, dan sejarah sastra di pihak lain. Sastra adalah suatu kegiatankreatif. Sedangkan teori sastra, kritik sastra, dan sejarah sastra merupakan cabangilmu sastra. Teori sastra adalah studi prinsip, kategori, kriteria yang dapat diacudan dijadikan titik tolak dalam telaah di bidang sastra. Sedangkan studi terhadapkarya konkret disebut kritik sastra dan sejarah sastra. Ketiganya berkaitan eratsekali. Tidak mungkin kita menyusun teori sastra tanpa kritik sastra dan teorisastra, kritik sastra tanpa teori sastra dan sejarah sastra (Wellek & Warren, 1993:39).
Jan van Luxemburg dkk. (1986) menggunakan istilah ilmu sastra denganpengertian yang mirip dengan pandangan Wellek & Warren mengenai teori sastra.Menurut mereka, ilmu sastra adalah ilmu yang mempelajari teks-teks sastra secarasistematis sesuai dengan fungsinya di dalam masyarakat. Tugas ilmu sastra adalahmeneliti dan merumuskan sastra secara umum dan sistematis. Teori sastramerumuskan kaidah-kaidah dan konvensi-konvensi kesusastraan umum.

B.     Ruang Lingkup
Ruang lingkup sastra (literature) adalah kreativitas penciptaan, sedangkanruang lingkup studi sastra (literary studies) adalah ilmu dengan sastra sebagaiobjeknya. Sastra, dengan demikian berfokus pada kreativitas, sedangkan studisastra berfokus pada ilmu. Pertanggungjawaban studi sastra adalah logika ilmiah.
Karena ruang lingkup sastra adalah kreativitas penciptaan, maka karya sastra(puisi, drama, novel, cerpen) adalah sastra. Namun, karena kritik sastra jugamerupakan kreativitas dalam menanggapi karya sastra dan masalah kreativitaspenciptaan lain dalam sastra, maka kritik sastra dalam bentuk esai tidak lainadalah sastra juga. Kritik sastra yang benar bukanlah kritik sastra yang asalasalan,tetapi berlandaskan pada logika yang dapat dipertanggungjawabkan.
Apakah dasar kritik sastra hanya akal sehat semata atau teori sastratertentu bukan masalah, selama logika dalam kritik sastra itu memenuhi criterialogika dalam arti yang sebenarnya. Logika sebagai sebuah ilmu, sementara ituadalah metode dan prinsip untuk membedakan antara pemikiran yang baik (benar)dan pemikiran yang jelek (tidak benar). Makna sastra dan studi sastra dengandemikian dapat bertumpang-tindih.

C.    Cabang Studi Sastra
Dalam studi sastra ada tiga cabang, yaitu teori sastra, kritik sastra, dansejarah sastra. Teori sastra adalah kaidah-kaidah untuk diterapkan dalam analisiskarya sastra. Kritik sastra adalah penerapan kaidah-kaidah tertentu dalam analisiskarya sastra. Sejarah sastra adalah sejarah perkembangan sastra. Tiga cabangtersebut saling terkait dan semuanya bersumber pada sastra, khususnya karyasastra sendiri.
Karya sastra adalah (karya) seni. Karena itu, tiga cabang studi sastra itubersifat seni pula. Teori sastra adalah teori yang mengenai karya sastra yangbersifat seni sastra. Kritik sastra adalah kritik terhadap karya sastra yang bersifatseni sastra. Sejarah sastra adalah sejarah sastra yang bersifat seni sastra pula.Sementara itu, teori sastra kadang-kadang pula dinamakan critical theory karenauntuk melakukan kritik sastra dengan menerapkan teori sastra, seseorang dituntutuntuk mempunyai kemampuan untuk berpikir kritis.
Kecuali tiga genre yang sudah disebutkan tadi, studi sastra juga memilikilima cabang sastra, yaitu :
  1. Sastra umum
  2. Sastra nasional
  3. Sastra regional
  4. Sastra dunia
  5. Sastra bandingan
Lima pembagian studi sastra di atas mencakupi tiga cabang studi sastra,yakni teori sastra, kritik sastra, dan sejarah sastra. Setiap macam studi sastra yanglima tersebut dengan demikian dapat dikaji dengan teori sastra, kritik sastra, dansejarah sastra. Atau dengan kata lain, teori sastra, kritik sastra, dan sejarah sastra dapat diterapkan pada sastra umum, sastra nasional, sastra regional, sastra dunia,dan sastra bandingan.
  1. Sastra Umum
Sastra pada umumnya tidak dikaitkan dengan bangsa, negara, atau wilayahgeografi tertentu. Karena tidak terkait dengan bagsa, negara, atau wilayahgeografi tertentu, sastra umum berkaitan dengan gerakan-gerakaninternasional, sebagai mana misalnya poetics dan teori sastra. Poeetics Aristoteles dan teori sastra strukturalisme, misalnya, menyebar ke seluruh dunia dan diaplikasikan juga di seluruh dunia. Sastra umum, dengan demikian, kadang-kadang juga dinamakan sastra universal, yaitu sastra yang nilai-nilainya ada dan dapat diterapkan di seluruh dunia. Sastra umum, sekali lagi, juga dapat bermakna poetics dan teori sastra.
Makna teori sastra sudah jelas, yaitu kaidah-kaidah untuk diterapkan dalam karya sastra. Poetics atau puitika adalah ilmu mengenai:
1)      Keberhasilan sastrawan dalammenciptakan karya sastra. Sastrawan yang mampu menulis karya sastra yang baik memiliki kemampuanpuitik yang tinggi, sedangkan yang tidak mampu menulis karya sastrayang baik, kemampuan puitikanya rendah.
2)      Keberhasilan pembaca dalam menghayati karya sastra. Pembaca yangmampu menghayati karya sastra dengan baik adalah pembaca yangkemampuan puitikanya tinggi , sebaliknya, yang tidak mampumenghayati karya sastra yang baik adalah pembaca yang kemampuanpuitikanya rendah.
  1. Sastra Nasional
Yaitu sastra bangsa atau negara tertentu, misalnya sastra Indonesia, sastraArab, sastra Inggris, sastra Cina, sastra Perancis, dan lain-lain. Tempatseorang sastrawan dalam konteks sastra nasional pada umumnya tidakditentukan oleh bahasa karya sastra sang sastrawan, tetapi olehkewarganegaraannya. Sastrawan Singapura yang menulis dalam bahasaInggris adalah sastrawan nasional Singapura, dan sastrawan Indoa yangmenulis dalam bahasa Inggris adalah juga sastrawan sastra India.
Sementara itu, sastrawan berkebangsaan Amerika yang menulis dalambahasa Yiddish, seperti Isaac Bashevis Singer, juga dianggap sastrawansastra Amerika.
  1. Sastra Regional
Sastra dari kawasan geofrafi tertentu yang mencakup beberapa negara,baik yang mempergunakan bahasa yang sama maupun yang mempergunakan bahasa yang berbeda, seperti sastra ASEAN (sastra negara-negara anggota ASEAN), sastra nusantara (sastra berbahasa melayu, Indonesia, Malaysia, Singapura), sastra Arab (yang mencakupi negara-negara di kawasan teluk dan timur tengah).
  1. Sastra Dunia
Sastra yang reputasi pada sastrawannya dan karya-karyanya diakui secara internasional. Sebuah karya sastra dapat dianggap sebagai karya sastra besar dan diakui secara internasional manakala karya sastra itu ditulis dengan bahasa yang baik, dan dengan matlamat untuk menaikkan harkat dan derajat manusia sebagai makhluk yang paling mulia. Pemikiran mengenai sastra dunia sangat mempengaruhi konsep sastra bandingan, khususnya pada tahap-tahap awal.
Istilah sastra dunia awalnya dipakai oleh Johann Wolgang von Goethe (1749-1832), seorang sastrawan dan pemikir Jerman. Dia sangat menguasai karya-karya besar sastra dalam bahasa aslinya, khususnya bahasa Inggris, Perancis, dan Itali. Perhatiannya kepada dunia Timur juga sangat besar, antara lain pada dunia Islam dan Cina.
  1. Sastra Bandingan
Sastra bandingan pada awalnya datang dari studi bandingan ilmupengetahuan, kemudian diikuti oleh lahirnya studi bandingan agama.Setelah studi bandingan agama lahir, lahir pulalah sastra bandingan.
Karena itu, sastra bandingan relatif masih muda, sebelum abad kesembilanbelas, tam tampak adanya sastra bandingan.Istilah sastra bandingan pertama kali muncul di Eropa ketika batas berbagai negara di Eropa mengalami perubahan, dan karena itu menimbulkan pemikiran mengenai kebudayaan nasional dan sastra nasional. Apalagi, pada waktu itu perhatian orang-orang Eropa terhadap Amerika mencapai tahap-tahap yang penting. Masalah kebudayaan nasional, jati diri bangsa, dan sastra nasional juga muncul di negara-negara bekas jajahan. Sementara itu, untuk memahami diri sendiri seseorang perlu menengok ke luar dan membandingkan dirinya dengan keadaan di luar dirinya. Karena itu, tumbuhlag sastra bandingan yang membandingkan karya-karya bekas jajahan dengan bekas penjajah dan juga antara sesame negara yang pernah dijajah.

1 komentar:

  1. thanks ya sangat membantu saya.. :) di tunggu tulisan yang lainnya... TKS

    BalasHapus