Rabu, 06 Juni 2012

PUISI KONTENPORER


A.    Pengertian Puisi Kontemporer
Puisi Kontemporer adalah bentuk puisi yang berusaha lari dari ikatan konvensional puisi iti sendiri. Misalnya saja Sutardji mulai tidak mempercayaik Kekuatan kata tetapi dia mulai berpaling pada Eksistensi bunyi dan kekuatannya. Danarto justru memulai dengan kekuatan garis dalam menciptakan puisi. Puisi kontemporer memang cenderung berbentuk aneh dan ganjil. Di samping Sutardji dan Danarto, juga Sapardi Djoko Damono, penyair lain mencanangkan bentuk puisi ganjil adalah : Ibrahim Sattah, Hamid Jabar, Husni Jamaluddin, Noorca Marendra, dan sebagainya.
Lebih jauh boleh dikatakan bahwa puisi kontemporer seringkali memakai kata-kata yang kurang memperhatikan santun bahasa,memakai kata-kata makian kasar,ejekan,dan lain-lain. Pemakaian kata-kata simbolik atau lambing intuisi,gaya bahasa, irama, dan sebagainya dianggapnya tidak begitu penting lagi.
Adapun tokonya adalah Sutardji Calzoum Bachri dijuluki "Presiden penyair" oleh rekan-rekannya. Julukan ini kemudian melembaga dan memang seperti tidak terbantahkan. Ini disebabkan pencapaian Sutardji mengolah bahasa sebagai bahan pengucapan sajaksajaknya. Sutardji membebaskan kata-kata dari tradisi lapuk yang membelenggu, seperti kamus dan tatanan gramatika konvensional. Lihat saja puisi-puisi karyanya, seperti O, Amuk, Kapak (1981) yang betul-betul sajak yang energik. Adapun karya sastra lainnya adalah Hujan Menulis Ayam (cerpen 2001).
Ciri-ciri puisi kontemporer:
1.    Unsur bunyi Dengan menggunakan rima dan repetisi
2.    Tipografi Susunan baris atau bait puisi serta cara penulisan huruf 
3.    Enjabemen Pemotongan kalimat atau frasa pada akhir baris dan potongan lainnyadiletakkan kembali pada baris berikutnya
4.    Parodi atau unsur kelakar 

Unsur-unsur yang menonjol dalam puisi kontemporer  :
a.  Unsur bunyi
Dengan menggunakan rima dan repetisi   
b.  Tipografi
Susunan baris atau bait puisi serta cara penulisan huruf
c.  Enjabemen
Pemotongan kalimat atau frasa pada akhir baris dan potongan lainnya diletakkan kembali pada baris berikutnya
d.  Parodi atau unsur kelakar
B.    Pembagian puisi Kontemporer
Puisi kontemporer terbagi atas 3 jenis, yaitu :
a. Puisi Mantra
    Puisi yang menggunakan bentuk mantra

          Contoh:

Hai Tok Mambang Putih, Tok Mambang Hitam, Yang diam di hutan dan matahari, Melimpahkan sekalian alam asalnya pawing, Menyampaikan sekalian hajatku, Melakukan kehendakku, Assalamualaikum !

b. Puisi Mbeling
    Puisi yang bersifat kelakar, berisi kritik sosial, dan ejekan terhadap sikap penyair yang serius dalam menghadapi puisi.

Contoh:

 SEBUAH PERINTAH
 Serbuuu…………………..
 Serbuuu…………………..
 Kota ini Dengan batu Sampai jadi debu
 Binasakan Semua Kecuali Mertuaku Yang dungu Dan lucu
 (Hardo Waluyo)


c. Puisi Konkret
Puisi yang mementingkan bentuk gradfif dan bentuknya mirip gambar.

Contoh:

     SEPISAUPI
Oleh : Sutardji Calzoum Bachri

sepisau luka sepisau duri
sepikul dosa sepukau sepi
sepisau duka serisau diri
sepisau sepi sepisau nyanyi
sepisaupa sepisaupi
sepisapanya sepikau sepi
sepisaupa sepisaupoi
sepikul diri keranjang duri
sepisaupa sepisaupi
sepisaupa sepisaupi
sepisaupa sepisaupi
sampai pisauNya ke dalam nyanyi
1973

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar